Jelas tidak sema dapat dituliskan, namun saya berusaha mengingat-ingat oarng orang yang berjasa memanusiawikan seorang Nur Aini
1. Ibunda Sunaiyah. I love you, Mom
2. Ayahanda M. Salim, sesosok ayah yang ‘sempurna’. terimakasih
3. Kakaku pertama saya, Ahmad Sulthoni. Seorang family man yang pekerja keras.
4. Kakak kedua saya, Imron Rosadi. Seseorang yang dalam keadaan apapun kerap berusaha jujur dan berdoa
5. Nur Wachid. Keponakan yang saya yakin suatu hari nanti akan menjadi seseorang yang hebat!
6. Mbah Putri Maryam. Nenekku yang memutuskan untuk bercerai daripada di madu. Hebat, di masa itu sudah berani mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman.
7. Kakek buyut Khasan Ahmad beserta seluruh kisah tauladan tentangnya.
8. Bu Nur Huda. Madame di les Bahasa Prancis CCF yang ketika saya di kelas Bahasa juga menjadi guru di SMU.
9. bu Dewi, guru Bahasa Indonesia kelas 2 dan 3 SMU yang mengajarkan indahnya bertutur aksara. Saya ingat ketika ibu mengajarkan musikalisasi puisi dalam kelas kami, mengundang sastrawan cilk berbakat bernama Ninus yazng menhadirkan decak kagum, atau menyemangati kami untuk mengirimkan literasi kami untuk diapresiasi ke situs www.cybersastra.net
10. Guru ngaji di MI Al-Hikmah. Perempuan muda yang saya lupa namanya namun berbekas di hati saya karena kebersahajaan dan kehangatannya.
11. Bu Emma Nidzar, guru SMU sekaligus istri dari kakak keduaku. Perempuan yang selalu berusaha menegakkan amanat yang termaktub dalam quran dan hadits dalam tiap sendi kehidupannya.
12. Bu Yannadiah Kusumawati. Seorang perempuan, ibu rumah tangga, seniman, pendidik, pebisnis yang sangat tulus dan berdedikasi.
13. Bu Ira Adriati Winarno, one of the super mom that i’ve ever met.
14. Bu Irma Damajanti. Baru pertama kali saya bertemu dengan perempuan setegas, sediplomatis dan seobjektif dia.
15. Mas Agus.
Para sahabat SMP (fase pengenalan)
16. Aztia
17. Desi
18. Dilla
19. Wati
Para sahabat SMU (fase pencarian jati diri)
20. Ulrich Barbara Saehu, sahabat yang mengajariku indahnya kualitas pertemanan, bukan kuantitas pertemuan.
21. Anita,
22. Dita
23. Septi Komala
24. Gita Bayuratri. Seseorang yang kerap mengajariku indahnya kerja keras dan kerja cerdas
Teman yang bersinggungan di lapangan
25. Dolly, ‘adik’ yang selalu berhasil mengingatkanku untuk tetap memiliki hati yang tulus dan niat yang baik dalam menjalani hidup.
26. Fakhrizal, orang hebat yang selalu dapat diandalkan. Semoga saya juga bisa kamu andalkan J
27. Tim Ganesha I tentunya!
28. Hari
29. Ical
30. Sawung
31. Achie
32. Imoth
33. Agni Solachuddin Zulfikar. Sebuah sensasi yang mendidik buat saya
34. Panji Sisdianto
35. Pauh
36. Ajee Kurniawan Azhari (yang sedang menuju fase kehidupan selanjutnya. Semoga Sakinah Mawaddah, warrahmah. Amin! J)
37. Jodi
Teman di fase perguruan tinggi
38. Alvindra Adhikresna. Seseorang yan telah mengajari saya banyak hal
39. Ajeng, sahabat tersayang yang sangat sabar mendampingi tumbuh kembangku sebagai seorang manusia.
40. Mas sadra, lelaki kecil yang mengajarkan manisnya peran ibu suatu hari nanti
41. Maio, si little Nur Aini yang kerap menyemangatiku untuk mempertanggungjawabkan ‘beban’ kehormatan namaku yang menempel di barisan namanya
42. Fiihaa
43. Gina
44. Puri
45. Winta
46. Atis
47. Khalimo
48. Tommy
49. Dede
50. Hilda
51. Gema
52. Asti
53. Nur Maliyanti
54. Busra
Komunitas
55. Nia
56. Tarlen
57. Mba ‘Dan
58. Dodi
59. Agni Yoga Airlangga, seorang partner diskusi yang mumpuni.
60. Puti