cerita ini berawal dari obrolan2 panjang dengan Ajee, salah seorang temanku yang juga selalu inspiratif dan aspiratif. intinya dia ngepush gw untuk move on dan berdiri tegak kembali (the question is, emangnya pernah?). akhirnya setelah beberapa kali omongan panjang lebar dia berhasil meyakinkanku untuk belajar ikhlas. wow, kaya gampang aja...
Aku mulai ngebrain wash diriku sendiri untuk "LUPA, LUPA, LUPA!!!!). ga ada lagi ritual mencari motrnya di lapangan parkir kampus. ga ada lagi doa dalam hati pengen ketemu dia atao berharap disms dia. ga ada. dan beberapa hari di kampusku menjadi bahagia dan menyenangkan tanpa beban.
anehnya, pas aku nyoba belajar ikhlas.... aku malahan tiap hari ketemu dia. berada dalam satu ruang kuliah yang sama, papasan ma dia di segala penjuru kamp[us seni rupa blablabla. malahan sempet papasan malem2 di selasar SR depan parkiran malem2 gtu. yah, saat itu dari jauh aku dah bisa ngebaca siluet khasnya.
otomatis aku pura-purakaget. what a coincidence!!! beberapa waktu aku gak bsa kontrol muka dan tentu saja hati. tapi akhirnya terkontrol kembali. kita berbicara sebentar, lantas aku dan dia melanjutkan perjalanan.
hebatnya saat itu aku gak ada keinginan sedikitpun untuk memalingkan wajah ke belakang, untuk sekedar menatapnya lekat2. meski dalam hati aku luar biasa penasaran dengan segala kejadian 'accidental' ini.
kalo kata Oprah, "there's no coincidence". and i believe that. yang menenangkan, bedanya Ani dulu dengan sekarang adalah :
OLD ANI: ini pasti pertanda...oh, senangnya!!! (dilanjutkan dengan hati seneng ga jelas sendiri dan denan senang hati menceburkan diri ke lumpur penantian yang mematikan)
NEW ANI: Yup, There's no coincidence! Tuhan memang mempertemukan kita, namun itu cuma salah satu caranya untuk mengujiku, menguatkan tekadku.tujuanNya kali ini mempertemukan kita kembali adalah menguatkan hatiku, bahwa kamu adalah masa lalu.
it's so refreshing being the new me!! hehe